Besi adalah salah satu material yang sangat penting dalam konstruksi bangunan. Besi berfungsi sebagai tulangan yang memperkuat struktur beton dan menahan beban yang bekerja pada bangunan. Oleh karena itu, cara menghitung kebutuhan besi yang tepat dan sesuai dengan standar adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap perancang dan pelaksana bangunan. Namun, bagaimana cara menghitung kebutuhan besi yang benar? Apa saja faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perhitungan tersebut? Dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan besi agar tidak terjadi pemborosan atau kekurangan? Artikel Mega Baja Steel akan menjawab semua pertanyaan tersebut dengan lengkap dan mudah dipahami.
Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Konstruksi Bangunan
Pengertian dan Jenis Besi
Besi adalah logam yang memiliki sifat keras, kuat, dan tahan karat. Besi banyak digunakan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah konstruksi bangunan. Besi yang digunakan untuk konstruksi bangunan biasanya disebut besi beton atau besi tulangan. Besi beton adalah besi yang berbentuk batang panjang dengan diameter bervariasi. Besi beton memiliki permukaan yang polos atau berulir, tergantung dari jenisnya. Besi beton polos memiliki permukaan yang halus dan licin, sedangkan besi beton ulir memiliki permukaan yang bergelombang atau bergerigi. Besi beton polos dan ulir memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Besi beton polos lebih mudah dibengkokkan dan dipotong, tetapi kurang kuat dalam menahan tarikan dan geseran. Besi beton ulir lebih kuat dalam menahan tarikan dan geseran, tetapi lebih sulit dibengkokkan dan dipotong. Selain besi beton, ada juga jenis besi lain yang digunakan untuk konstruksi bangunan, yaitu:
- Besi siku, yaitu besi yang berbentuk sudut siku dengan panjang dan lebar sama. Besi siku digunakan untuk membuat rangka atap, kanopi, pagar, dan sebagainya.
- Besi hollow, yaitu besi yang berbentuk pipa kotak dengan lubang di tengahnya. Besi hollow digunakan untuk membuat rangka plafon, partisi, pintu, jendela, dan sebagainya.
- Besi plat, yaitu besi yang berbentuk lembaran tipis dengan ketebalan bervariasi. Besi plat digunakan untuk membuat lantai, tangga, dak, dan sebagainya.
- Besi wiremesh, yaitu besi yang berbentuk jaring-jaring dengan ukuran lubang bervariasi. Besi wiremesh digunakan untuk memperkuat lantai, dinding, dak, dan sebagainya.
- Besi cor, yaitu besi yang dibuat dengan cara dicetak dalam cetakan. Besi cor digunakan untuk membuat kolom, balok, sloof, ring balok, dan sebagainya.
Fungsi dan Manfaat Besi
Besi memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar dalam konstruksi bangunan. Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat besi yang perlu Anda ketahui:
- Besi berfungsi sebagai tulangan yang memperkuat struktur beton. Beton sendiri memiliki kekuatan yang tinggi dalam menahan tekanan, tetapi rendah dalam menahan tarikan. Oleh karena itu, besi ditambahkan ke dalam beton untuk meningkatkan kekuatan tariknya. Besi dan beton yang bekerja sama disebut beton bertulang.
- Besi berfungsi sebagai penahan beban yang bekerja pada bangunan. Beban yang bekerja pada bangunan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya. Besi mampu menahan beban tersebut dengan cara menyalurkannya ke pondasi dan tanah.
- Besi berfungsi sebagai pengikat antara elemen-elemen bangunan. Besi digunakan untuk menghubungkan antara kolom dengan balok, balok dengan sloof, sloof dengan ring balok, dan sebagainya. Besi juga digunakan untuk menghubungkan antara rangka atap dengan dinding, rangka plafon dengan rangka atap, rangka pintu dengan dinding, dan sebagainya.
- Besi berfungsi sebagai pengatur bentuk dan ukuran bangunan. Besi digunakan untuk membuat bentuk dan ukuran bangunan sesuai dengan desain yang diinginkan. Besi bisa dibentuk menjadi berbagai bentuk, seperti lengkung, melengkung, segitiga, persegi, dan sebagainya. Besi juga bisa dipotong menjadi berbagai ukuran, sesuai dengan kebutuhan.
- Besi berfungsi sebagai penghias dan pelindung bangunan. Besi digunakan untuk membuat berbagai hiasan dan aksesoris bangunan, seperti pagar, kanopi, teralis, kusen, dan sebagainya. Besi juga digunakan untuk melindungi bangunan dari berbagai ancaman, seperti pencuri, hewan, api, dan sebagainya.
Standar dan Spesifikasi Besi
Sebelum menghitung kebutuhan besi untuk konstruksi bangunan, Anda perlu mengetahui standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia. Standar dan spesifikasi besi menentukan kualitas, ukuran, dan bentuk besi yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan. Standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut:
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 2052:2014, yaitu standar yang mengatur tentang besi beton polos dan ulir untuk beton bertulang.
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-2053-2002, yaitu standar yang mengatur tentang besi siku untuk konstruksi.
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6600-2006, yaitu standar yang mengatur tentang besi hollow untuk konstruksi.
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6500-2000, yaitu standar yang mengatur tentang besi plat untuk konstruksi.
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6613-2005, yaitu standar yang mengatur tentang besi wiremesh untuk beton bertulang.
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2847-2002, yaitu standar yang mengatur tentang besi cor untuk beton bertulang.
Anda harus memilih besi yang sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan oleh SNI. Hal ini untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kenyamanan bangunan Anda. Anda juga harus memperhatikan label dan sertifikat yang tertera pada besi yang Anda beli. Label dan sertifikat tersebut menunjukkan bahwa besi tersebut telah lolos uji dan sesuai dengan standar yang berlaku. Seperti yang dijual di Mega Baja Steel, dimana besi yang kami jual merupakan besi berkualitas tinggi yang memiliki sertifikat SNI sehingga dapat dipastikan kualitasnya dan kekuatannya. Dapatkan sekarang untuk kebutuhan konstruksi anda hanya di Toko Besi Medan, anda dapat bertanya tentang produk atau mengajukan penawaran dengan menekan tombol dibawah ini


Leave a Reply