Besi adalah salah satu material yang sangat penting dalam konstruksi bangunan. Besi berfungsi sebagai tulangan yang memperkuat struktur beton dan menahan beban yang bekerja pada bangunan. Oleh karena itu, cara menghitung kebutuhan besi yang tepat dan sesuai dengan standar adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap perancang dan pelaksana bangunan. Namun, bagaimana cara menghitung kebutuhan besi yang benar? Apa saja faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perhitungan tersebut? Dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan besi agar tidak terjadi pemborosan atau kekurangan? Artikel Mega Baja Steel akan menjawab semua pertanyaan tersebut dengan lengkap dan mudah dipahami.

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Konstruksi Bangunan

Pengertian dan Jenis Besi

Besi adalah logam yang memiliki sifat keras, kuat, dan tahan karat. Besi banyak digunakan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah konstruksi bangunan. Besi yang digunakan untuk konstruksi bangunan biasanya disebut besi beton atau besi tulangan. Besi beton adalah besi yang berbentuk batang panjang dengan diameter bervariasi. Besi beton memiliki permukaan yang polos atau berulir, tergantung dari jenisnya. Besi beton polos memiliki permukaan yang halus dan licin, sedangkan besi beton ulir memiliki permukaan yang bergelombang atau bergerigi. Besi beton polos dan ulir memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Besi beton polos lebih mudah dibengkokkan dan dipotong, tetapi kurang kuat dalam menahan tarikan dan geseran. Besi beton ulir lebih kuat dalam menahan tarikan dan geseran, tetapi lebih sulit dibengkokkan dan dipotong. Selain besi beton, ada juga jenis besi lain yang digunakan untuk konstruksi bangunan, yaitu:

  • Besi siku, yaitu besi yang berbentuk sudut siku dengan panjang dan lebar sama. Besi siku digunakan untuk membuat rangka atap, kanopi, pagar, dan sebagainya.
  • Besi hollow, yaitu besi yang berbentuk pipa kotak dengan lubang di tengahnya. Besi hollow digunakan untuk membuat rangka plafon, partisi, pintu, jendela, dan sebagainya.
  • Besi plat, yaitu besi yang berbentuk lembaran tipis dengan ketebalan bervariasi. Besi plat digunakan untuk membuat lantai, tangga, dak, dan sebagainya.
  • Besi wiremesh, yaitu besi yang berbentuk jaring-jaring dengan ukuran lubang bervariasi. Besi wiremesh digunakan untuk memperkuat lantai, dinding, dak, dan sebagainya.
  • Besi cor, yaitu besi yang dibuat dengan cara dicetak dalam cetakan. Besi cor digunakan untuk membuat kolom, balok, sloof, ring balok, dan sebagainya.

Fungsi dan Manfaat Besi

Besi memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar dalam konstruksi bangunan. Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat besi yang perlu Anda ketahui:

  • Besi berfungsi sebagai tulangan yang memperkuat struktur beton. Beton sendiri memiliki kekuatan yang tinggi dalam menahan tekanan, tetapi rendah dalam menahan tarikan. Oleh karena itu, besi ditambahkan ke dalam beton untuk meningkatkan kekuatan tariknya. Besi dan beton yang bekerja sama disebut beton bertulang.
  • Besi berfungsi sebagai penahan beban yang bekerja pada bangunan. Beban yang bekerja pada bangunan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya. Besi mampu menahan beban tersebut dengan cara menyalurkannya ke pondasi dan tanah.
  • Besi berfungsi sebagai pengikat antara elemen-elemen bangunan. Besi digunakan untuk menghubungkan antara kolom dengan balok, balok dengan sloof, sloof dengan ring balok, dan sebagainya. Besi juga digunakan untuk menghubungkan antara rangka atap dengan dinding, rangka plafon dengan rangka atap, rangka pintu dengan dinding, dan sebagainya.
  • Besi berfungsi sebagai pengatur bentuk dan ukuran bangunan. Besi digunakan untuk membuat bentuk dan ukuran bangunan sesuai dengan desain yang diinginkan. Besi bisa dibentuk menjadi berbagai bentuk, seperti lengkung, melengkung, segitiga, persegi, dan sebagainya. Besi juga bisa dipotong menjadi berbagai ukuran, sesuai dengan kebutuhan.
  • Besi berfungsi sebagai penghias dan pelindung bangunan. Besi digunakan untuk membuat berbagai hiasan dan aksesoris bangunan, seperti pagar, kanopi, teralis, kusen, dan sebagainya. Besi juga digunakan untuk melindungi bangunan dari berbagai ancaman, seperti pencuri, hewan, api, dan sebagainya.

Standar dan Spesifikasi Besi

Sebelum menghitung kebutuhan besi untuk konstruksi bangunan, Anda perlu mengetahui standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia. Standar dan spesifikasi besi menentukan kualitas, ukuran, dan bentuk besi yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan. Standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 2052:2014, yaitu standar yang mengatur tentang besi beton polos dan ulir untuk beton bertulang.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-2053-2002, yaitu standar yang mengatur tentang besi siku untuk konstruksi.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6600-2006, yaitu standar yang mengatur tentang besi hollow untuk konstruksi.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6500-2000, yaitu standar yang mengatur tentang besi plat untuk konstruksi.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6613-2005, yaitu standar yang mengatur tentang besi wiremesh untuk beton bertulang.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2847-2002, yaitu standar yang mengatur tentang besi cor untuk beton bertulang.

Anda harus memilih besi yang sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan oleh SNI. Hal ini untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kenyamanan bangunan Anda. Anda juga harus memperhatikan label dan sertifikat yang tertera pada besi yang Anda beli. Label dan sertifikat tersebut menunjukkan bahwa besi tersebut telah lolos uji dan sesuai dengan standar yang berlaku. Seperti yang dijual di Mega Baja Steel, dimana besi yang kami jual merupakan besi berkualitas tinggi yang memiliki sertifikat SNI sehingga dapat dipastikan kualitasnya dan kekuatannya. Dapatkan sekarang untuk kebutuhan konstruksi anda hanya di Toko Besi Medan, anda dapat bertanya tentang produk atau mengajukan penawaran dengan menekan tombol dibawah ini toko besi medan. distributor besi medan, toko bangunan medan, supplier besi medan,

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Plat Lantai

cara menghitung kebutuhan besi untuk plat lantai

Plat lantai adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai lantai atau atap pada suatu ruangan. Plat lantai biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton atau besi wiremesh. Plat lantai harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada lantai, seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

  • Jika menggunakan besi beton, maka kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = (Luas plat lantai x Tebal plat lantai x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jarak antara besi)

Contoh: Anda ingin membuat plat lantai dengan luas 100 m2, tebal 0,15 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jarak antara besi 15 cm, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = (100 x 0,15 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 15) Kebutuhan besi = 0,00075 / 0,001696 Kebutuhan besi = 0,442 kg/m2

Jadi, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah 0,442 kg/m2. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 0,442 / 9 Jumlah batang besi = 0,049 batang/m2

Jadi, Anda membutuhkan 0,049 batang besi per m2. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang plat lantai. Misalnya, jika panjang plat lantai adalah 10 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang plat lantai Panjang besi = 0,049 x 10 Panjang besi = 0,49 m/m2

Jadi, Anda membutuhkan 0,49 m besi per m2.

  • Jika menggunakan besi wiremesh, maka kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = Luas plat lantai x Berat per m2 besi wiremesh

Contoh: Anda ingin membuat plat lantai dengan luas 100 m2, menggunakan besi wiremesh M8 dengan berat per m2 5,93 kg. Maka, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = 100 x 5,93 Kebutuhan besi = 593 kg

Jadi, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah 593 kg. Jika Anda ingin mengetahui berapa lembar besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika berat per lembar besi wiremesh M8 adalah 35,58 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah lembar besi wiremesh = Kebutuhan besi / Berat per lembar besi wiremesh Jumlah lembar besi wiremesh = 593 / 35,58 Jumlah lembar besi wiremesh = 16,67 lembar

Jadi, Anda membutuhkan 16,67 lembar besi wiremesh. Jika Anda ingin mengetahui berapa luas besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah lembar besi wiremesh dengan luas per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika luas per lembar besi wiremesh M8 adalah 5,4 m2, maka Anda membutuhkan:

Luas besi wiremesh = Jumlah lembar besi wiremesh x Luas per lembar besi wiremesh Luas besi wiremesh = 16,67 x 5,4 Luas besi wiremesh = 90,018 m2

Jadi, Anda membutuhkan 90,018 m2 besi wiremesh.

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom

cara menghitung kebutuhan besi untuk kolom

Kolom adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penopang beban dari atas ke bawah. Kolom biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Kolom harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada kolom, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah kolom x Panjang kolom x Lebar kolom x Tinggi kolom x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 10 kolom dengan ukuran 0,2 m x 0,2 m x 3 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 4 batang, dan persentase tulangan 1%. Maka, kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (10 x 0,2 x 0,2 x 3 x 1%) / (10 x 10 x 0,7854 x 4) Kebutuhan besi = 0,0024 / 0,000628 Kebutuhan besi = 3,82 kg/kolom

Jadi, kebutuhan besi untuk kolom adalah 3,82 kg/kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 3,82 / 6,28 Jumlah batang besi = 0,61 batang/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 0,61 batang besi per kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan tinggi kolom. Misalnya, jika tinggi kolom adalah 3 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Tinggi kolom Panjang besi = 0,61 x 3 Panjang besi = 1,83 m/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 1,83 m besi per kolom.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah kolom x Panjang kolom x Lebar kolom x Tinggi kolom x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Faktor pengurangan bervariasi tergantung dari diameter besi, sebagai berikut:

Diameter besi (mm)Faktor pengurangan
100,97
120,96
160,95
200,94
250,93
320,92

Contoh: Anda ingin membuat 10 kolom dengan ukuran 0,2 m x 0,2 m x 3 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 4 batang, dan persentase tulangan 1%. Maka, kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (10 x 0,2 x 0,2 x 3 x 1%) / (12 x 12 x 0,7854 x 4 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,0024 / 0,001602 Kebutuhan besi = 1,5 kg/kolom

Jadi, kebutuhan besi untuk kolom adalah 1,5 kg/kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 1,5 / 9 Jumlah batang besi = 0,17 batang/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 0,17 batang besi per kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan tinggi kolom. Misalnya, jika tinggi kolom adalah 3 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Tinggi kolom Panjang besi = 0,17 x 3 Panjang besi = 0,51 m/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 0,51 m besi per kolom.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Balok

cara menghitung kebutuhan besi untuk balok

Balok adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penopang beban dari samping ke samping. Balok biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Balok harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada balok, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah balok x Panjang balok x Lebar balok x Tinggi balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 20 balok dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 4 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk balok adalah:

Kebutuhan besi = (20 x 0,15 x 0,2 x 4 x 0,5%) / (10 x 10 x 0,7854 x 2) Kebutuhan besi = 0,0012 / 0,000314 Kebutuhan besi = 3,82 kg/balok

Jadi, kebutuhan besi untuk balok adalah 3,82 kg/balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 3,82 / 6,28 Jumlah batang besi = 0,61 batang/balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,61 batang besi per balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang balok. Misalnya, jika panjang balok adalah 4 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang balok Panjang besi = 0,61 x 4 Panjang besi = 2,44 m/balok

Jadi, Anda membutuhkan 2,44 m besi per balok.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah balok x Panjang balok x Lebar balok x Tinggi balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Bisa dilihat di bagian Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom Contoh: Anda ingin membuat 20 balok dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 4 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk balok adalah:

Baca Juga  10 Tips Menggunakan Produk Besi untuk Tampilan Unik

Kebutuhan besi = (20 x 0,15 x 0,2 x 4 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 2 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,0012 / 0,000802 Kebutuhan besi = 1,5 kg/balok

Jadi, kebutuhan besi untuk balok adalah 1,5 kg/balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 1,5 / 9 Jumlah batang besi = 0,17 batang/balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,17 batang besi per balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang balok. Misalnya, jika panjang balok adalah 4 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang balok Panjang besi = 0,17 x 4 Panjang besi = 0,68 m/balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,68 m besi per balok.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Sloof

cara menghitung kebutuhan besi untuk sloof

Sloof adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penopang beban dari bawah ke atas. Sloof biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Sloof harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada sloof, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk sloof adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah sloof x Panjang sloof x Lebar sloof x Tinggi sloof x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 30 sloof dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 5 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk sloof adalah:

Kebutuhan besi = (30 x 0,15 x 0,2 x 5 x 0,5%) / (10 x 10 x 0,7854 x 2) Kebutuhan besi = 0,00375 / 0,000314 Kebutuhan besi = 11,94 kg/sloof

Jadi, kebutuhan besi untuk sloof adalah 11,94 kg/sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 11,94 / 6,28 Jumlah batang besi = 1,9 batang/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 1,9 batang besi per sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang sloof. Misalnya, jika panjang sloof adalah 5 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang sloof Panjang besi = 1,9 x 5 Panjang besi = 9,5 m/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 9,5 m besi per sloof.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk sloof adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah sloof x Panjang sloof x Lebar sloof x Tinggi sloof x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Bisa dilihat pada tabel yang ada dibagian Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom Contoh: Anda ingin membuat 30 sloof dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 5 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk sloof adalah:

Kebutuhan besi = (30 x 0,15 x 0,2 x 5 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 2 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,00375 / 0,000802 Kebutuhan besi = 4,68 kg/sloof

Jadi, kebutuhan besi untuk sloof adalah 4,68 kg/sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 4,68 / 9 Jumlah batang besi = 0,52 batang/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 0,52 batang besi per sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang sloof. Misalnya, jika panjang sloof adalah 5 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang sloof Panjang besi = 0,52 x 5 Panjang besi = 2,6 m/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 2,6 m besi per sloof.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Ring Balok

Ring balok adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai pengikat antara sloof dan dinding. Ring balok biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Ring balok harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada ring balok, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah ring balok x Panjang ring balok x Lebar ring balok x Tinggi ring balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 40 ring balok dengan ukuran 0,1 m x 0,15 m x 10 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (40 x 0,1 x 0,15 x 10 x 0,5%) / (10 x 10 x 0,7854 x 2) Kebutuhan besi = 0,003 / 0,000314 Kebutuhan besi = 9,55 kg/ring balok

Jadi, kebutuhan besi untuk ring balok adalah 9,55 kg/ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 9,55 / 6,28 Jumlah batang besi = 1,52 batang/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 1,52 batang besi per ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang ring balok. Misalnya, jika panjang ring balok adalah 10 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang ring balok Panjang besi = 1,52 x 10 Panjang besi = 15,2 m/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 15,2 m besi per ring balok.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah ring balok x Panjang ring balok x Lebar ring balok x Tinggi ring balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Bisa dilihat di bagian Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom. Contoh: Anda ingin membuat 40 ring balok dengan ukuran 0,1 m x 0,15 m x 10 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (40 x 0,1 x 0,15 x 10 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 2 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,003 / 0,000802 Kebutuhan besi = 3,74 kg/ring balok

Jadi, kebutuhan besi untuk ring balok adalah 3,74 kg/ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 3,74 / 9 Jumlah batang besi = 0,42 batang/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,42 batang besi per ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang ring balok. Misalnya, jika panjang ring balok adalah 10 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang ring balok Panjang besi = 0,42 x 10 Panjang besi = 4,2 m/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 4,2 m besi per ring balok.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Tangga

cara menghitung kebutuhan besi untuk tangga

Tangga adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penghubung antara lantai yang berbeda tinggi. Tangga biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton atau besi plat. Tangga harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada tangga, seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

  • Jika menggunakan besi beton, maka kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah tangga x Panjang tangga x Lebar tangga x Tinggi tangga x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jarak antara besi)

Contoh: Anda ingin membuat 2 tangga lurus dengan ukuran 1 m x 0,3 m x 3 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jarak antara besi 15 cm, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = (2 x 1 x 0,3 x 3 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 15) Kebutuhan besi = 0,0009 / 0,001696 Kebutuhan besi = 0,531 kg/tangga

Jadi, kebutuhan besi untuk tangga adalah 0,531 kg/tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 0,531 / 9 Jumlah batang besi = 0,059 batang/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,059 batang besi per tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang tangga. Misalnya, jika panjang tangga adalah 1 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang tangga Panjang besi = 0,059 x 1 Panjang besi = 0,059 m/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,059 m besi per tangga.

  • Jika menggunakan besi plat, maka kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = Jumlah tangga x Panjang tangga x Lebar tangga x Ketebalan besi plat x Berat jenis besi

Berat jenis besi adalah berat per satuan volume besi dalam satuan kilogram per meter kubik (kg/m3). Berat jenis besi adalah 7850 kg/m3. Contoh: Anda ingin membuat 2 tangga miring dengan ukuran 1,5 m x 0,3 m x 3 m, menggunakan besi plat dengan ketebalan 5 mm. Maka, kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = 2 x 1,5 x 0,3 x 0,005 x 7850 Kebutuhan besi = 35,325 kg/tangga

Jadi, kebutuhan besi untuk tangga adalah 35,325 kg/tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa lembar besi plat yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per lembar besi plat. Misalnya, jika berat per lembar besi plat dengan ukuran 1,2 m x 2,4 m x 5 mm adalah 112,56 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah lembar besi plat = Kebutuhan besi / Berat per lembar besi plat Jumlah lembar besi plat = 35,325 / 112,56 Jumlah lembar besi plat = 0,314 lembar/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,314 lembar besi plat per tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa luas besi plat yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah lembar besi plat dengan luas per lembar besi plat. Misalnya, jika luas per lembar besi plat dengan ukuran 1,2 m x 2,4 m x 5 mm adalah 2,88 m2, maka Anda membutuhkan:

Luas besi plat = Jumlah lembar besi plat x Luas per lembar besi plat Luas besi plat = 0,314 x 2,88 Luas besi plat = 0,904 m2/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,904 m2 besi plat per tangga.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Dak Keraton

cara menghitung kebutuhan besi untuk dak keraton

Dak keraton adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai atap atau lantai pada suatu ruangan. Dak keraton biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi wiremesh. Dak keraton harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada dak, seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

  • Jika menggunakan besi wiremesh, maka kebutuhan besi untuk dak keraton adalah:

Kebutuhan besi = Jumlah dak keraton x Luas dak keraton x Berat per m2 besi wiremesh

Contoh: Anda ingin membuat 5 dak keraton dengan luas 50 m2, menggunakan besi wiremesh M6 dengan berat per m2 4,45 kg. Maka, kebutuhan besi untuk dak keraton adalah:

Kebutuhan besi = 5 x 50 x 4,45 Kebutuhan besi = 1112,5 kg

Jadi, kebutuhan besi untuk dak keraton adalah 1112,5 kg. Jika Anda ingin mengetahui berapa lembar besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika berat per lembar besi wiremesh M6 adalah 26,7 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah lembar besi wiremesh = Kebutuhan besi / Berat per lembar besi wiremesh Jumlah lembar besi wiremesh = 1112,5 / 26,7 Jumlah lembar besi wiremesh = 41,69 lembar

Jadi, Anda membutuhkan 41,69 lembar besi wiremesh. Jika Anda ingin mengetahui berapa luas besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah lembar besi wiremesh dengan luas per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika luas per lembar besi wiremesh M6 adalah 5,4 m2, maka Anda membutuhkan:

Luas besi wiremesh = Jumlah lembar besi wiremesh x Luas per lembar besi wiremesh Luas besi wiremesh = 41,69 x 5,4 Luas besi wiremesh = 225,126 m2

Jadi, Anda membutuhkan 225,126 m2 besi wiremesh.

Cara Menghemat Penggunaan Besi untuk Konstruksi Bangunan

Salah satu cara untuk menghemat penggunaan besi untuk konstruksi bangunan adalah dengan menggunakan besi yang sesuai dengan kebutuhan dan perhitungan yang tepat. Anda harus menghindari menggunakan besi yang berlebihan atau kurang dari yang seharusnya. Anda juga harus memperhatikan standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia, seperti SNI 2052:2014, SNI 07-2053-2002, SNI 07-6600-2006, SNI 07-6500-2000, SNI 07-6613-2005, dan SNI 03-2847-2002. Anda harus memilih besi yang memiliki kualitas, ukuran, dan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan. Cara lain untuk menghemat penggunaan besi untuk konstruksi bangunan adalah dengan menggunakan teknologi dan inovasi yang dapat mengurangi kebutuhan besi. Beberapa contoh teknologi dan inovasi tersebut adalah:

  • Beton pracetak, yaitu beton yang dibuat di pabrik dan dipasang di lokasi. Beton pracetak dapat mengurangi kebutuhan besi karena sudah memiliki tulangan yang terintegrasi. Beton pracetak juga dapat meningkatkan kualitas, kecepatan, dan efisiensi konstruksi.
  • Beton ringan, yaitu beton yang memiliki berat jenis lebih rendah dari beton normal. Beton ringan dapat mengurangi kebutuhan besi karena memiliki beban mati yang lebih rendah. Beton ringan juga dapat meningkatkan isolasi termal, akustik, dan kebakaran.
  • Beton berpori, yaitu beton yang memiliki pori-pori yang terbentuk secara alami atau buatan. Beton berpori dapat mengurangi kebutuhan besi karena memiliki berat jenis lebih rendah dari beton normal. Beton berpori juga dapat meningkatkan drainase, permeabilitas, dan kesehatan lingkungan.

Demikianlah beberapa cara untuk menghemat penggunaan besi untuk konstruksi bangunan.

 

Kesimpulan

Gimana? pusing ngeliat cara menghitung kebutuhan besi untuk konstruksi bangunan? tenang aja walaupun keliatannya rumit tapi kalo lakukan tidak terlalu sulit. Hal ini juga perlu dilakukan agar konstruksi bangunan yang akan anda kerjakan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perhitungan. Apabila anda merasa kurang paham akan perhitungan sebaiknya anda bisa serahkan kepada ahlinya agar perhitungannya dapat dilakukan dengan benar dan tepat. Sehingga anda bisa menghemat biaya akibat dari kesalahan perhitungan dan sebagainya. Jangan lupa untuk selalu membeli kebutuhan proyek konstruksi anda hanya di Mega Baja Steel, karena berkualitas tinggi dan terjangkau. Hubungi kami sekarang juga untuk dapatkan potongan harga toko besi medan. distributor besi medan, toko bangunan medan, supplier besi medan,

Baca Juga  5 Tips Merawat Produk Besi agar Awet

Besi adalah salah satu material yang sangat penting dalam konstruksi bangunan. Besi berfungsi sebagai tulangan yang memperkuat struktur beton dan menahan beban yang bekerja pada bangunan. Oleh karena itu, cara menghitung kebutuhan besi yang tepat dan sesuai dengan standar adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap perancang dan pelaksana bangunan. Namun, bagaimana cara menghitung kebutuhan besi yang benar? Apa saja faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perhitungan tersebut? Dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan besi agar tidak terjadi pemborosan atau kekurangan? Artikel Mega Baja Steel akan menjawab semua pertanyaan tersebut dengan lengkap dan mudah dipahami.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Konstruksi Bangunan

 

Pengertian dan Jenis Besi

Besi adalah logam yang memiliki sifat keras, kuat, dan tahan karat. Besi banyak digunakan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah konstruksi bangunan. Besi yang digunakan untuk konstruksi bangunan biasanya disebut besi beton atau besi tulangan. Besi beton adalah besi yang berbentuk batang panjang dengan diameter bervariasi. Besi beton memiliki permukaan yang polos atau berulir, tergantung dari jenisnya. Besi beton polos memiliki permukaan yang halus dan licin, sedangkan besi beton ulir memiliki permukaan yang bergelombang atau bergerigi. Besi beton polos dan ulir memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Besi beton polos lebih mudah dibengkokkan dan dipotong, tetapi kurang kuat dalam menahan tarikan dan geseran. Besi beton ulir lebih kuat dalam menahan tarikan dan geseran, tetapi lebih sulit dibengkokkan dan dipotong. Selain besi beton, ada juga jenis besi lain yang digunakan untuk konstruksi bangunan, yaitu:

  • Besi siku, yaitu besi yang berbentuk sudut siku dengan panjang dan lebar sama. Besi siku digunakan untuk membuat rangka atap, kanopi, pagar, dan sebagainya.
  • Besi hollow, yaitu besi yang berbentuk pipa kotak dengan lubang di tengahnya. Besi hollow digunakan untuk membuat rangka plafon, partisi, pintu, jendela, dan sebagainya.
  • Besi plat, yaitu besi yang berbentuk lembaran tipis dengan ketebalan bervariasi. Besi plat digunakan untuk membuat lantai, tangga, dak, dan sebagainya.
  • Besi wiremesh, yaitu besi yang berbentuk jaring-jaring dengan ukuran lubang bervariasi. Besi wiremesh digunakan untuk memperkuat lantai, dinding, dak, dan sebagainya.
  • Besi cor, yaitu besi yang dibuat dengan cara dicetak dalam cetakan. Besi cor digunakan untuk membuat kolom, balok, sloof, ring balok, dan sebagainya.

Fungsi dan Manfaat Besi

Besi memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar dalam konstruksi bangunan. Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat besi yang perlu Anda ketahui:

  • Besi berfungsi sebagai tulangan yang memperkuat struktur beton. Beton sendiri memiliki kekuatan yang tinggi dalam menahan tekanan, tetapi rendah dalam menahan tarikan. Oleh karena itu, besi ditambahkan ke dalam beton untuk meningkatkan kekuatan tariknya. Besi dan beton yang bekerja sama disebut beton bertulang.
  • Besi berfungsi sebagai penahan beban yang bekerja pada bangunan. Beban yang bekerja pada bangunan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya. Besi mampu menahan beban tersebut dengan cara menyalurkannya ke pondasi dan tanah.
  • Besi berfungsi sebagai pengikat antara elemen-elemen bangunan. Besi digunakan untuk menghubungkan antara kolom dengan balok, balok dengan sloof, sloof dengan ring balok, dan sebagainya. Besi juga digunakan untuk menghubungkan antara rangka atap dengan dinding, rangka plafon dengan rangka atap, rangka pintu dengan dinding, dan sebagainya.
  • Besi berfungsi sebagai pengatur bentuk dan ukuran bangunan. Besi digunakan untuk membuat bentuk dan ukuran bangunan sesuai dengan desain yang diinginkan. Besi bisa dibentuk menjadi berbagai bentuk, seperti lengkung, melengkung, segitiga, persegi, dan sebagainya. Besi juga bisa dipotong menjadi berbagai ukuran, sesuai dengan kebutuhan.
  • Besi berfungsi sebagai penghias dan pelindung bangunan. Besi digunakan untuk membuat berbagai hiasan dan aksesoris bangunan, seperti pagar, kanopi, teralis, kusen, dan sebagainya. Besi juga digunakan untuk melindungi bangunan dari berbagai ancaman, seperti pencuri, hewan, api, dan sebagainya.

Standar dan Spesifikasi Besi

Sebelum menghitung kebutuhan besi untuk konstruksi bangunan, Anda perlu mengetahui standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia. Standar dan spesifikasi besi menentukan kualitas, ukuran, dan bentuk besi yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan. Standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 2052:2014, yaitu standar yang mengatur tentang besi beton polos dan ulir untuk beton bertulang.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-2053-2002, yaitu standar yang mengatur tentang besi siku untuk konstruksi.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6600-2006, yaitu standar yang mengatur tentang besi hollow untuk konstruksi.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6500-2000, yaitu standar yang mengatur tentang besi plat untuk konstruksi.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-6613-2005, yaitu standar yang mengatur tentang besi wiremesh untuk beton bertulang.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2847-2002, yaitu standar yang mengatur tentang besi cor untuk beton bertulang.

Anda harus memilih besi yang sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan oleh SNI. Hal ini untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kenyamanan bangunan Anda. Anda juga harus memperhatikan label dan sertifikat yang tertera pada besi yang Anda beli. Label dan sertifikat tersebut menunjukkan bahwa besi tersebut telah lolos uji dan sesuai dengan standar yang berlaku. Seperti yang dijual di Mega Baja Steel, dimana besi yang kami jual merupakan besi berkualitas tinggi yang memiliki sertifikat SNI sehingga dapat dipastikan kualitasnya dan kekuatannya. Dapatkan sekarang untuk kebutuhan konstruksi anda hanya di Toko Besi Medan, anda dapat bertanya tentang produk atau mengajukan penawaran dengan menekan tombol dibawah ini toko besi medan. distributor besi medan, toko bangunan medan, supplier besi medan,

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Plat Lantai

 

cara menghitung kebutuhan besi untuk plat lantai

Plat lantai adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai lantai atau atap pada suatu ruangan. Plat lantai biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton atau besi wiremesh. Plat lantai harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada lantai, seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

  • Jika menggunakan besi beton, maka kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = (Luas plat lantai x Tebal plat lantai x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jarak antara besi)

Contoh: Anda ingin membuat plat lantai dengan luas 100 m2, tebal 0,15 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jarak antara besi 15 cm, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = (100 x 0,15 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 15) Kebutuhan besi = 0,00075 / 0,001696 Kebutuhan besi = 0,442 kg/m2

Jadi, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah 0,442 kg/m2. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 0,442 / 9 Jumlah batang besi = 0,049 batang/m2

Jadi, Anda membutuhkan 0,049 batang besi per m2. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang plat lantai. Misalnya, jika panjang plat lantai adalah 10 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang plat lantai Panjang besi = 0,049 x 10 Panjang besi = 0,49 m/m2

Jadi, Anda membutuhkan 0,49 m besi per m2.

  • Jika menggunakan besi wiremesh, maka kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = Luas plat lantai x Berat per m2 besi wiremesh

Contoh: Anda ingin membuat plat lantai dengan luas 100 m2, menggunakan besi wiremesh M8 dengan berat per m2 5,93 kg. Maka, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah:

Kebutuhan besi = 100 x 5,93 Kebutuhan besi = 593 kg

Jadi, kebutuhan besi untuk plat lantai adalah 593 kg. Jika Anda ingin mengetahui berapa lembar besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika berat per lembar besi wiremesh M8 adalah 35,58 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah lembar besi wiremesh = Kebutuhan besi / Berat per lembar besi wiremesh Jumlah lembar besi wiremesh = 593 / 35,58 Jumlah lembar besi wiremesh = 16,67 lembar

Jadi, Anda membutuhkan 16,67 lembar besi wiremesh. Jika Anda ingin mengetahui berapa luas besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah lembar besi wiremesh dengan luas per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika luas per lembar besi wiremesh M8 adalah 5,4 m2, maka Anda membutuhkan:

Luas besi wiremesh = Jumlah lembar besi wiremesh x Luas per lembar besi wiremesh Luas besi wiremesh = 16,67 x 5,4 Luas besi wiremesh = 90,018 m2

Jadi, Anda membutuhkan 90,018 m2 besi wiremesh.

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom

 

cara menghitung kebutuhan besi untuk kolom

Kolom adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penopang beban dari atas ke bawah. Kolom biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Kolom harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada kolom, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

 

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah kolom x Panjang kolom x Lebar kolom x Tinggi kolom x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 10 kolom dengan ukuran 0,2 m x 0,2 m x 3 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 4 batang, dan persentase tulangan 1%. Maka, kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (10 x 0,2 x 0,2 x 3 x 1%) / (10 x 10 x 0,7854 x 4) Kebutuhan besi = 0,0024 / 0,000628 Kebutuhan besi = 3,82 kg/kolom

Jadi, kebutuhan besi untuk kolom adalah 3,82 kg/kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 3,82 / 6,28 Jumlah batang besi = 0,61 batang/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 0,61 batang besi per kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan tinggi kolom. Misalnya, jika tinggi kolom adalah 3 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Tinggi kolom Panjang besi = 0,61 x 3 Panjang besi = 1,83 m/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 1,83 m besi per kolom.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah kolom x Panjang kolom x Lebar kolom x Tinggi kolom x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Faktor pengurangan bervariasi tergantung dari diameter besi, sebagai berikut:

Diameter besi (mm)Faktor pengurangan
100,97
120,96
160,95
200,94
250,93
320,92

Contoh: Anda ingin membuat 10 kolom dengan ukuran 0,2 m x 0,2 m x 3 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 4 batang, dan persentase tulangan 1%. Maka, kebutuhan besi untuk kolom adalah:

Kebutuhan besi = (10 x 0,2 x 0,2 x 3 x 1%) / (12 x 12 x 0,7854 x 4 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,0024 / 0,001602 Kebutuhan besi = 1,5 kg/kolom

Jadi, kebutuhan besi untuk kolom adalah 1,5 kg/kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 1,5 / 9 Jumlah batang besi = 0,17 batang/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 0,17 batang besi per kolom. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan tinggi kolom. Misalnya, jika tinggi kolom adalah 3 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Tinggi kolom Panjang besi = 0,17 x 3 Panjang besi = 0,51 m/kolom

Jadi, Anda membutuhkan 0,51 m besi per kolom.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Balok

 

cara menghitung kebutuhan besi untuk balok

Balok adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penopang beban dari samping ke samping. Balok biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Balok harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada balok, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah balok x Panjang balok x Lebar balok x Tinggi balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 20 balok dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 4 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk balok adalah:

Kebutuhan besi = (20 x 0,15 x 0,2 x 4 x 0,5%) / (10 x 10 x 0,7854 x 2) Kebutuhan besi = 0,0012 / 0,000314 Kebutuhan besi = 3,82 kg/balok

Jadi, kebutuhan besi untuk balok adalah 3,82 kg/balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 3,82 / 6,28 Jumlah batang besi = 0,61 batang/balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,61 batang besi per balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang balok. Misalnya, jika panjang balok adalah 4 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang balok Panjang besi = 0,61 x 4 Panjang besi = 2,44 m/balok

Jadi, Anda membutuhkan 2,44 m besi per balok.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah balok x Panjang balok x Lebar balok x Tinggi balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Bisa dilihat di bagian Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom Contoh: Anda ingin membuat 20 balok dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 4 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk balok adalah:

Baca Juga  15 Tips Merencanakan Proyek dengan Produk Besi

Kebutuhan besi = (20 x 0,15 x 0,2 x 4 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 2 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,0012 / 0,000802 Kebutuhan besi = 1,5 kg/balok

Jadi, kebutuhan besi untuk balok adalah 1,5 kg/balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 1,5 / 9 Jumlah batang besi = 0,17 batang/balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,17 batang besi per balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang balok. Misalnya, jika panjang balok adalah 4 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang balok Panjang besi = 0,17 x 4 Panjang besi = 0,68 m/balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,68 m besi per balok.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Sloof

 

cara menghitung kebutuhan besi untuk sloof

Sloof adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penopang beban dari bawah ke atas. Sloof biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Sloof harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada sloof, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk sloof adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah sloof x Panjang sloof x Lebar sloof x Tinggi sloof x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 30 sloof dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 5 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk sloof adalah: Kebutuhan besi = (30 x 0,15 x 0,2 x 5 x 0,5%) / (10 x 10 x 0,7854 x 2) Kebutuhan besi = 0,00375 / 0,000314 Kebutuhan besi = 11,94 kg/sloof

Jadi, kebutuhan besi untuk sloof adalah 11,94 kg/sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 11,94 / 6,28 Jumlah batang besi = 1,9 batang/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 1,9 batang besi per sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang sloof. Misalnya, jika panjang sloof adalah 5 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang sloof Panjang besi = 1,9 x 5 Panjang besi = 9,5 m/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 9,5 m besi per sloof.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk sloof adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah sloof x Panjang sloof x Lebar sloof x Tinggi sloof x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Bisa dilihat pada tabel yang ada dibagian Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom Contoh: Anda ingin membuat 30 sloof dengan ukuran 0,15 m x 0,2 m x 5 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk sloof adalah:

Kebutuhan besi = (30 x 0,15 x 0,2 x 5 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 2 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,00375 / 0,000802 Kebutuhan besi = 4,68 kg/sloof

Jadi, kebutuhan besi untuk sloof adalah 4,68 kg/sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 4,68 / 9 Jumlah batang besi = 0,52 batang/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 0,52 batang besi per sloof. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang sloof. Misalnya, jika panjang sloof adalah 5 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang sloof Panjang besi = 0,52 x 5 Panjang besi = 2,6 m/sloof

Jadi, Anda membutuhkan 2,6 m besi per sloof.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Ring Balok

 

Ring balok adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai pengikat antara sloof dan dinding. Ring balok biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton. Ring balok harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada ring balok, seperti beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, dan sebagainya.

  • Jika menggunakan besi beton polos, maka kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah ring balok x Panjang ring balok x Lebar ring balok x Tinggi ring balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi)

Contoh: Anda ingin membuat 40 ring balok dengan ukuran 0,1 m x 0,15 m x 10 m, menggunakan besi beton polos diameter 10 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (40 x 0,1 x 0,15 x 10 x 0,5%) / (10 x 10 x 0,7854 x 2) Kebutuhan besi = 0,003 / 0,000314 Kebutuhan besi = 9,55 kg/ring balok

Jadi, kebutuhan besi untuk ring balok adalah 9,55 kg/ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton polos diameter 10 mm adalah 6,28 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 9,55 / 6,28 Jumlah batang besi = 1,52 batang/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 1,52 batang besi per ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang ring balok. Misalnya, jika panjang ring balok adalah 10 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang ring balok Panjang besi = 1,52 x 10 Panjang besi = 15,2 m/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 15,2 m besi per ring balok.

  • Jika menggunakan besi beton ulir, maka kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah ring balok x Panjang ring balok x Lebar ring balok x Tinggi ring balok x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jumlah besi x Faktor pengurangan)

Faktor pengurangan adalah faktor yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan besi karena adanya ulir pada permukaan besi. Bisa dilihat di bagian Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Kolom. Contoh: Anda ingin membuat 40 ring balok dengan ukuran 0,1 m x 0,15 m x 10 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jumlah besi 2 batang, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk ring balok adalah:

Kebutuhan besi = (40 x 0,1 x 0,15 x 10 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 2 x 0,96) Kebutuhan besi = 0,003 / 0,000802 Kebutuhan besi = 3,74 kg/ring balok

Jadi, kebutuhan besi untuk ring balok adalah 3,74 kg/ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 3,74 / 9 Jumlah batang besi = 0,42 batang/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 0,42 batang besi per ring balok. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang ring balok. Misalnya, jika panjang ring balok adalah 10 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang ring balok Panjang besi = 0,42 x 10 Panjang besi = 4,2 m/ring balok

Jadi, Anda membutuhkan 4,2 m besi per ring balok.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Tangga

 

cara menghitung kebutuhan besi untuk tangga

Tangga adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai penghubung antara lantai yang berbeda tinggi. Tangga biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi beton atau besi plat. Tangga harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada tangga, seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

  • Jika menggunakan besi beton, maka kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = (Jumlah tangga x Panjang tangga x Lebar tangga x Tinggi tangga x Persentase tulangan) / (Diameter besi x Diameter besi x 0,7854 x Jarak antara besi)

Contoh: Anda ingin membuat 2 tangga lurus dengan ukuran 1 m x 0,3 m x 3 m, menggunakan besi beton ulir diameter 12 mm, dengan jarak antara besi 15 cm, dan persentase tulangan 0,5%. Maka, kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = (2 x 1 x 0,3 x 3 x 0,5%) / (12 x 12 x 0,7854 x 15) Kebutuhan besi = 0,0009 / 0,001696 Kebutuhan besi = 0,531 kg/tangga

Jadi, kebutuhan besi untuk tangga adalah 0,531 kg/tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa batang besi yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per batang besi. Misalnya, jika berat per batang besi beton ulir diameter 12 mm adalah 9 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah batang besi = Kebutuhan besi / Berat per batang besi Jumlah batang besi = 0,531 / 9 Jumlah batang besi = 0,059 batang/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,059 batang besi per tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa panjang besi yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah batang besi dengan panjang tangga. Misalnya, jika panjang tangga adalah 1 m, maka Anda membutuhkan:

Panjang besi = Jumlah batang besi x Panjang tangga Panjang besi = 0,059 x 1 Panjang besi = 0,059 m/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,059 m besi per tangga.

  • Jika menggunakan besi plat, maka kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = Jumlah tangga x Panjang tangga x Lebar tangga x Ketebalan besi plat x Berat jenis besi

Berat jenis besi adalah berat per satuan volume besi dalam satuan kilogram per meter kubik (kg/m3). Berat jenis besi adalah 7850 kg/m3. Contoh: Anda ingin membuat 2 tangga miring dengan ukuran 1,5 m x 0,3 m x 3 m, menggunakan besi plat dengan ketebalan 5 mm. Maka, kebutuhan besi untuk tangga adalah:

Kebutuhan besi = 2 x 1,5 x 0,3 x 0,005 x 7850 Kebutuhan besi = 35,325 kg/tangga

Jadi, kebutuhan besi untuk tangga adalah 35,325 kg/tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa lembar besi plat yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per lembar besi plat. Misalnya, jika berat per lembar besi plat dengan ukuran 1,2 m x 2,4 m x 5 mm adalah 112,56 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah lembar besi plat = Kebutuhan besi / Berat per lembar besi plat Jumlah lembar besi plat = 35,325 / 112,56 Jumlah lembar besi plat = 0,314 lembar/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,314 lembar besi plat per tangga. Jika Anda ingin mengetahui berapa luas besi plat yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah lembar besi plat dengan luas per lembar besi plat. Misalnya, jika luas per lembar besi plat dengan ukuran 1,2 m x 2,4 m x 5 mm adalah 2,88 m2, maka Anda membutuhkan:

Luas besi plat = Jumlah lembar besi plat x Luas per lembar besi plat Luas besi plat = 0,314 x 2,88 Luas besi plat = 0,904 m2/tangga

Jadi, Anda membutuhkan 0,904 m2 besi plat per tangga.

 

Cara Menghitung Kebutuhan Besi untuk Dak Keraton

 

cara menghitung kebutuhan besi untuk dak keraton

Dak keraton adalah elemen bangunan yang berfungsi sebagai atap atau lantai pada suatu ruangan. Dak keraton biasanya terbuat dari beton bertulang yang diperkuat dengan besi wiremesh. Dak keraton harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang bekerja pada dak, seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

  • Jika menggunakan besi wiremesh, maka kebutuhan besi untuk dak keraton adalah:

Kebutuhan besi = Jumlah dak keraton x Luas dak keraton x Berat per m2 besi wiremesh

Contoh: Anda ingin membuat 5 dak keraton dengan luas 50 m2, menggunakan besi wiremesh M6 dengan berat per m2 4,45 kg. Maka, kebutuhan besi untuk dak keraton adalah:

Kebutuhan besi = 5 x 50 x 4,45 Kebutuhan besi = 1112,5 kg

Jadi, kebutuhan besi untuk dak keraton adalah 1112,5 kg. Jika Anda ingin mengetahui berapa lembar besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus membagi kebutuhan besi dengan berat per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika berat per lembar besi wiremesh M6 adalah 26,7 kg, maka Anda membutuhkan:

Jumlah lembar besi wiremesh = Kebutuhan besi / Berat per lembar besi wiremesh Jumlah lembar besi wiremesh = 1112,5 / 26,7 Jumlah lembar besi wiremesh = 41,69 lembar

Jadi, Anda membutuhkan 41,69 lembar besi wiremesh. Jika Anda ingin mengetahui berapa luas besi wiremesh yang dibutuhkan, Anda harus mengalikan jumlah lembar besi wiremesh dengan luas per lembar besi wiremesh. Misalnya, jika luas per lembar besi wiremesh M6 adalah 5,4 m2, maka Anda membutuhkan:

Luas besi wiremesh = Jumlah lembar besi wiremesh x Luas per lembar besi wiremesh Luas besi wiremesh = 41,69 x 5,4 Luas besi wiremesh = 225,126 m2

Jadi, Anda membutuhkan 225,126 m2 besi wiremesh.

Cara Menghemat Penggunaan Besi untuk Konstruksi Bangunan

 

Salah satu cara untuk menghemat penggunaan besi untuk konstruksi bangunan adalah dengan menggunakan besi yang sesuai dengan kebutuhan dan perhitungan yang tepat. Anda harus menghindari menggunakan besi yang berlebihan atau kurang dari yang seharusnya. Anda juga harus memperhatikan standar dan spesifikasi besi yang berlaku di Indonesia, seperti SNI 2052:2014, SNI 07-2053-2002, SNI 07-6600-2006, SNI 07-6500-2000, SNI 07-6613-2005, dan SNI 03-2847-2002. Anda harus memilih besi yang memiliki kualitas, ukuran, dan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan. Cara lain untuk menghemat penggunaan besi untuk konstruksi bangunan adalah dengan menggunakan teknologi dan inovasi yang dapat mengurangi kebutuhan besi. Beberapa contoh teknologi dan inovasi tersebut adalah:

  • Beton pracetak, yaitu beton yang dibuat di pabrik dan dipasang di lokasi. Beton pracetak dapat mengurangi kebutuhan besi karena sudah memiliki tulangan yang terintegrasi. Beton pracetak juga dapat meningkatkan kualitas, kecepatan, dan efisiensi konstruksi.
  • Beton ringan, yaitu beton yang memiliki berat jenis lebih rendah dari beton normal. Beton ringan dapat mengurangi kebutuhan besi karena memiliki beban mati yang lebih rendah. Beton ringan juga dapat meningkatkan isolasi termal, akustik, dan kebakaran.
  • Beton berpori, yaitu beton yang memiliki pori-pori yang terbentuk secara alami atau buatan. Beton berpori dapat mengurangi kebutuhan besi karena memiliki berat jenis lebih rendah dari beton normal. Beton berpori juga dapat meningkatkan drainase, permeabilitas, dan kesehatan lingkungan.

Demikianlah beberapa cara untuk menghemat penggunaan besi untuk konstruksi bangunan.

 

Kesimpulan

 

Gimana? pusing ngeliat cara menghitung kebutuhan besi untuk konstruksi bangunan? tenang aja walaupun keliatannya rumit tapi kalo lakukan tidak terlalu sulit. Hal ini juga perlu dilakukan agar konstruksi bangunan yang akan anda kerjakan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perhitungan. Apabila anda merasa kurang paham akan perhitungan sebaiknya anda bisa serahkan kepada ahlinya agar perhitungannya dapat dilakukan dengan benar dan tepat. Sehingga anda bisa menghemat biaya akibat dari kesalahan perhitungan dan sebagainya. Jangan lupa untuk selalu membeli kebutuhan proyek konstruksi anda hanya di Mega Baja Steel, karena berkualitas tinggi dan terjangkau. Hubungi kami sekarang juga untuk dapatkan potongan harga toko besi medan. distributor besi medan, toko bangunan medan, supplier besi medan,